Tuesday, December 27, 2011

2 Alat Koneksi Ke Calon Pembeli




Konektivitas saat ini merupakan cara baru orang berkomunikasi. Dengan konektivitas, hubungan dengan sesama akan terjalin secara konstan sehingga aktivitas sosial pun dapat terus berlangsung di mana saja.

Bagi usaha kecil dan rumahan, konektivitas merupakan peluang besar untuk membangun hubungan dengan konsumen. Konektivitas memungkinkan usaha kecil untuk melakukan penetrasi pasar yang sebelumnya hanya mungkin dilakukan oleh bisnis-bisnis besar saja.

Bicara soal konektivitas, maka pembicaraannya akan berkaitan erat dengan Internet.

Saya yakin, pemilik usaha sudah tahu atau setidaknya pernah mendengar bahwa sekarang ini untuk berbisnis sebaiknya terhubung dengan Internet.

Saya setuju sekali. Tapi sebenarnya itu baru permulaannya saja. Karena sesungguhnya Internet hanya berfungsi sebagai alat bantu. Tanpa penggunaan yang benar, Internet hanya akan memberikan sedikit manfaat atau tidak sama sekali terhadap bisnis Anda.

Nah, alat bantu macam apa yang bisa dimanfaatkan oleh pemilik usaha kecil dan rumahan agar bisnisnya bisa berkembang?

Ada banyak jenisnya, tapi pada dasarnya pemilik usaha kecil dan rumahan cukup memiliki dua alat bantu saja:

  • Blog.
  • Akun di media sosial populer (contoh: Facebook dan Twitter).

Sama seperti bisnis skala besar, tumbuh kembang usaha kecil dan rumahan banyak bergantung pada keberhasilannya menjalin hubungan dengan para pelanggan. Oleh karenanya, pemilik usaha kecil dan rumahan perlu memiliki model komunikasi yang memungkinkan usahanya untuk terus terhubung dengan mereka dan juga dengan para calon pembeli.

Mungkin Anda sudah banyak membaca tentang manfaat apa saja yang bisa diberikan oleh blog atau media sosial terhadap bisnis. Namun untuk mempermudah, saya cenderung mengkategorikan manfaat-manfaat tersebut ke dalam dua kelompok besar:  Product-Knowledge Library dan Customer Relationships Channel.


Blog Sebagai Product-Knowledge Library

Ketika calon pembeli ingin mengetahui lebih jauh tentang sebuah produk, maka besar kemungkinannya ia akan pergi ke situs resmi produk yang bersangkutan. 

Dirinya mungkin saja mendapatkan informasi awal dari berbagai sumber, tapi pada akhirnya ia akan membutuhkan klarifikasi langsung dari pembuat produk tersebut.

Ini merupakan perilaku dasar pembeli yang selalu ingin mendapatkan kepastian bahwa produk yang ia akan beli akan mampu memenuhi kebutuhan/keinginannya, dan produsen yang membuat produk tersebut adalah entiti bisnis yang bisa dia ia percaya.

Di sinilah blog memainkan peranannya.

Bagi usaha kecil dan rumahan, blog dapat diposisikan sebagai gerbang informasi yang akan memberikan informasi mendalam tentang produk/jasa yang Anda jual. Tak hanya itu, calon pembeli bisa mengenal lebih jauh tentang layanan, etika, dan "aura" bisnis Anda.

Oleh karenanya, blog saya ibaratkan sebagai sebuah perpustakaan yang sekaligus merangkap sebagai brosur, kartu nama, dan baliho usaha Anda. 

Untung bagi pemilik usaha kecil dan rumahan, untuk membuat blog sekarang dapat dilakukan dengan mudah dan relatif murah. Contohnya saja situs AdityaFajar.com atau RumahYogurt.com. Hanya dengan modal Rp.100 ribu per tahun, saya sudah bisa memiliki situs bisnis yang cukup informatif.

Tak hanya itu, bisnis Anda pun bisa terlihat lebih profesional dengan menggunakan template-template gratis yang banyak ditemukan di Internet.


Media Sosial Sebagai Customer Relationships Channel

Jika blog merupakan perpustakaan produk/jasa Anda, maka media sosial adalah kanal di mana interaksi antara pemilik usaha dan calon pembeli menjadi lebih personal.

Melalui media sosial, Anda sudah bisa memiliki saluran percakapan layanan yang murah, mudah, dan terhubung langsung ke ratusan juta calon pembeli, hanya dari satu pintu.

Bagi pemilik usaha kecil dan rumahan, media sosial merupakan alat yang efektif sebagai strategi jemput bola. 

Melalui media sosial, Anda bisa menyediakan konten yang menarik, relevan, serta bermanfaat yang terhubung erat dengan blog Anda. 

Meskipun begitu, pemilik usaha perlu memahami karakter masing-masing media sosial dan tidak memperlakukan media sosial hanya sebatas ajang promosi dan etalase elektronik.

Ingat, media sosial adalah saluran percakapan untuk membangun sebuah hubungan yang akan membuat Anda dikenal, disukai, dan dipercaya sehingga para calon pembeli akan dengan sukarela membeli dari Anda.


Tantangan Terbesar

Tantangan terbesar yang dihadapi pemilik usaha kecil dan rumahan dengan blog dan media sosialnya adalah seputar pemeliharaan.

Dengan memiliki blog dan akun di media sosial, pemilik usaha dituntut untuk terus bisa menyediakan konten-konten segar dan layanan yang up-to-date bagi para pelanggan dan calon pembelinya. 

Untuk bisa seperti itu, pemilik usaha mau-tidak-mau harus rajin melakukan research, menulis, dan terus terhubung dengan blog dan akun media sosialnya.

Ini bukan berarti Anda harus duduk 24 jam di depan komputer. Tapi Anda perlu mencari cara agar blog dan akun sosial Anda bisa tetap aktif dan tidak terlihat terbengkalai.

Misalnya saja Anda secara rutin mengupdate blog satu atau dua kali seminggu. Isinya bisa apa saja selama itu menarik, relevan, dan berguna bagi pangsa pasar usaha Anda. 

Sedangkan untuk media sosial, Anda bisa mengupdate status dan menjawab berbagai pertanyaan yang ada setidaknya satu atau dua kali sehari.

Pemeliharaan blog dan akun media sosial tidak perlu ribet ataupun memerlukan effort yang luar biasa. Sesuaikan saja dengan kemampuan, dan selama itu bisa menjawab permintaan konsumen, Insha Allah, usaha Anda akan baik-baik saja.

- - -

Bagi usaha kecil dan rumahan, konektivitas merupakan peluang besar untuk membangun hubungan dengan konsumen. Konektivitas memungkinkan usaha kecil untuk melakukan penetrasi pasar yang sebelumnya hanya mungkin dilakukan oleh bisnis-bisnis besar saja.

Berkaitan dengan itu, pemilik usaha kecil dan rumahan membutuhkan alat yang memungkinkan dirinya untuk terus terhubung dengan pelanggan dan calon pembeli.

Dari sekian banyak jenis alat yang tersedia, pemilik usaha kecil dan rumahan dapat memulai dari dua alat bantu yang paling mendasar: blog dan akun di media sosial seperti Facebook dan Twitter.

Kedua alat ini akan berperan sebagai gerbang informasi interaktif dengan para konsumen, di mana Anda akan dikenal, disukai, dan dipercaya sebagai produsen yang handal sehingga mereka pun dengan sukarela membeli produk-produk Anda.





0 comments:

Post a Comment

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...