21 June 2015

Tips memotret keseharian anak

Nanami Fadilla

Bagi ayah dan bunda, memotret anak merupakan salah satu aktifitas keluarga yang menyenangkan. Selain mendokumentasikan tumbuh kembang sang buah hati, memotret juga membantu para orang tua merekam kenangan untuk masa tua nanti.

Saya sendiri sebagai seorang ayah berusaha sesering mungkin untuk merekam kebahagiaan bersama keluarga. Terutama bila Nanami, anak saya, turut pergi bersama.

Berikut beberapa tips yang saya dapatkan berdasarkan pengalaman saya memotret Nanami selama ini:

Membiasakan anak dengan kamera


Ketika berpergian keluar rumah, saya hampir selalu membawa kamera karena saya suka dengan street photography. Tapi di saat yang bersamaan, ini menjadi pemandangan yang biasa untuk Nanami. Sehingga diapun menjadi tidak asing lagi ketika di foto dan bahkan bertanya apabila saya tidak membawa kamera.

Nanami Fadilla

Seperlunya saja dalam mengarahkan


Godaan terbesar bagi orang tua adalah mengarahkan anaknya untuk melihat kamera, bahkan mungkin memintanya tersenyum. Sah-sah saja memang, tapi dalam prakteknya cukup dilakukan seperlunya saja.

Kalau memang anak tidak mau diarahkan, jangan dipaksa karena biasanya hasilnya menjadi tidak bagus atau terlihat kaku. Jika dia mau diarahkan, bagus. Tapi kalau tidak, biarkan saja. Kalau sudah seperti ini, maka kitalah yang harus lebih kreatif. Misalnya dengan ikut bermain bersama anak sehingga dia merasa lebih nyaman.

Nanami Fadilla

Ikut bermain bersama anak


Menyambung paragraf di atas, sebelum mulai memotret saya biasanya mengajak Nanami bermain dulu. Baik itu mengantarnya ke tempat bermain ataupun bermain sambil berimajinasi memainkan peran tertentu (role play).

Oh, ketika bermain, hilangkan juga rasa malu atau khawatir dengan pandangan orang lain. Fokus saja pada anak dan nikmati prosesnya. Karena ada masa-masanya kita harus bertindak konyol untuk mendapatkan momen terbaik untuk difoto.

Dengan itu bermain bersama, kita akan membuat suasana lebih nyaman karena anak menganggap kita bagian dari permainanan sehingga bisa memecah kekakuan. Langkah selanjutnya adalah pandai-pandai membaca situasi dan “mencuri” momen untuk difoto.

Nanami Fadilla

Variasi


Dalam memotret anak, alangkah baiknya jika kita bisa merekam pose-pose mereka sealami mungkin. Ada kalanya kita ingin sang anak melihat kamera, tapi biarkan saja jika anak tidak tertarik untuk itu. Biarkan saja dia di dunianya.

Dalam hal berpakaian, saya pribadi cenderung tidak terlalu mengambil pusing selama masih terlihat pantas dan sopan. Karena tujuan saya adalah merekam keseharian Nanami, bukan untuk kontes. Jadi apapun pakaian yang dia kenakan saat itu, hal tersebut tidaklah terlalu menjadi masalah.

Terlebih lagi karena Nanami juga sudah dibiasakan memilih pakaiannya sendiri.Maka tak aneh kalau model ataupun warna bajunya itu-itu lagi. Yang penting dia merasa nyaman.

Nanami Fadilla

Tidak harus banyak


Ketika memotret anak, saya cenderung seperlunya. Dalam sekali “sesi” foto, biasanya foto yang saya hasilkan antara 10-20 foto saja. Bahkan kadang cuma 2-3 foto atau tidak ada sama sekali. Alasan saya melakukan ini untuk menghindari repetisi.

Karena kalau memotret terlalu banyak, foto yang dihasilkan biasanya mirip-mirip. Buat saya hal yang seperti ini kurang bagus, karena hanya menghabiskan tempat penyimpanan saja.

Nanami Fadilla


Pilihan kamera 


Kalau memungkinkan, gunakanlah kamera yang memberikan fitur manual ataupun semi otomatis. Karena kamera yang memiliki fitur tersebut akan memberikan ruang gerak yang lebih mudah dalam mengambil foto.

Jenisnya tergantung pilihan kita. Bisa DSLR, mirrorless, ataupun kamera smartphone. Selama kita mengenali kemampuan dan batasan yang dimiliki kamera tersebut, kita tinggal menggali sisi kreatif dalam merekam gambar.

Mengenai merek, itu kembali kepada pilihan masing-masing karena kamera sekarang ini memiliki kemampuan yang relatif sama. Kita cukup menyesuaikan saja dengan budget yang kita miliki.

* * *

Memotret keseharian anak merupakan aktivitas yang menyenangkan dan relatif mudah untuk dilakukan. Berdasarkan pengalaman saya selama ini, memotret keseharian anak menuntut kita untuk lebih kreatif dalam melakukan pendekatan.

Ketika kita sudah bisa menjadi bagian dari dunia bermainnya, maka akan lebih mudah untuk merekam momen-momen keseharian yang kelak menjadi kenangan terlepas dari jenis ataupun merek yang kita miliki.

Nanami Fadilla

Nanami Fadilla

Nanami Fadilla

No comments:

Post a Comment