31 October 2015

Kembali menulis untuk tenangkan pikiran


Saya sudah terlalu lama mengacuhkan satu aktivitas yang sebenarnya bisa membantu saya untuk mendapatkan ketenangan pikiran: menulis.

Menulis dalam arti sebenarnya. Dengan tangan saya sendiri.

Tentu, saya juga suka menulis blog dengan komputer, tapi menulis dengan tangan merupakan pengalaman yang jelas berbeda dan memiliki keterikatan emosional yang lebih personal. Apa yang ada dalam pikiran saya bisa langsung tertuang dan lebih cepat terekam.

Selain itu, menulis dalam buku pribadi juga memungkinkan saya untuk menorehkan pandangan, pemikiran, dan pendapat saya tentang segala sesuatu yang terjadi di sekeliling tanpa harus khawatir  dengan apa yang akan dikatakan orang. Terutama untuk hal-hal yang sensitif yang bisa diartikan berbeda oleh orang yang membacanya.

Tantangan terberat untuk melakukan ini semua bagi saya adalah menemukan buku tulis dan pulpen yang enak untuk digunakan.

Saat ini saya sudah menemukan buku tersebut, tapi sayangnya lembarannya tidak banyak dan saya khawatir tidak bisa menemukan buku pengganti yang serupa. Karena kalau lagi "seru-serunya", saya bisa menulis dalam beberapa lembar sekaligus dan ini tentunya membuat buku cepat habis.

Tapi sebenarnya yang saya khawatirkan bukanlah bukunya, tapi lebih ke kertas tulisnya. Karena kertas pada buku yang saya gunakan sekarang adalah kertas yang banyak digunakan untuk novel dan buku teks.

Saat ini saya masih belum menemukan tempat untuk membelinya. Saya yakin ada dan sepertinya tersedia di toko-toko kertas.

Untuk pulpen sendiri sebenarnya relatif lebih mudah. Tapi dari sekian banyak pulpen yang pernah saya coba, pulpen uni ball vision elite merupakan pulpen ternyaman yang pernah saya gunakan.

Pulpen ini diproduksi oleh Mitsubishi Pencil dan saya belum tahu di mana saya harus membeli kalau nanti tintanya sudah habis. Karena terus terang saya mendapatkan pulpen dari pemberian orang lain.

Tapi terlepas dari itu semua, saya sekarang merasa menemukan kembali sesuatu yang sudah lama hilang. Sebuah obat sederhana yang saya nikmati prosesnya dan pikiran saya pun bisa tenang dibuatnya.

Bagaimana dengan Anda? Aktivitas apa yang Anda lakukan untuk menenangkan pikiran?


photo credit: notebook via photopin All rights reserved by the author

No comments:

Post a Comment