20 November 2015

3 Hari di Kuala Lumpur

Sore tadi saya baru saja tiba di rumah setelah tiga hari berkunjung ke Kuala Lumpur, Malaysia untuk urusan kantor.

Tidak banyak yang saya lihat di sana karena pada dasarnya saya lebih banyak diam di kamar hotel setelah urusan kantor selesai. Meskipun begitu, Kuala Lumpur meninggalkan kesan yang mendalam buat saya.

Bukan karena megahnya Petronas Tower, bukan pula karena rapihnya jalan-jalan di sana, dan bukan pula karena lalu lintas yang relatif lebih lancar dari Jakarta. Memang betul, itu semua adalah hal positif yang saya lihat dan rasakan langsung. Tapi satu hal yang paling mengena buat saya adalah suasana keislamannya.


Meskipun cuma tiga hari, tapi saya bisa merasakan betapa kuatnya suasana Islam di sana. Terlebih lagi ketika waktu sholat tiba. Saya bisa mendengar suara adzan yang begitu merdu dan lantunan ayat suci Al-Quran yang membuat saya termenung. Belum lagi acara dakwah di televisi yang menurut saya jauh lebih berbobot dibanding dengan acara sejenis di tanah air.


Selain itu semua, berkunjung ke Kuala Lumpur juga tidak membuat saya merasa sedang pergi ke luar negeri. Mungkin terdengar aneh, tapi saya merasa seperti berkunjung ke luar kota saja.

Tidak ada kesulitan bahasa dan tidak ada pula rasa khawatir soal makan. Benar-benar merasa tenang selama tinggal di sana.

Tiga hari memang bukan waktu yang lama untuk tahu tentang sebuah negara. Tapi tiga hari di Kuala Lumpur cukup untuk meninggalkan kesan yang mendalam di hati saya.

Entahlah, mungkin saya saja yang lebay. Tapi saya juga tidak bisa memungkiri kalau ada kedamaian yang membuat saya rindu untuk bisa kembali lagi ke sana.

No comments:

Post a Comment