09 November 2015

Apa kabar banjir Jakarta?


Jakarta sudah terlalu gaduh dengan politiknya. Seteru antara berbagai pihak seperti menutupi kemajuan pembangunan kota yang seharusnya lebih banyak mendapat sorotan.

Saya hanyalah warga biasa yang memilih untuk tidak banyak berkomentar tentang apa yang tengah terjadi di kancah politik kota Jakarta belakangan ini. Tapi yang jelas sudah terlalu gaduh.

Semua pihak yang terkait sepertinya begitu terlena dengan perdebatan, perseteruan, dan pertentangan sehingga melupakan apa yang lebih penting untuk mendapat perhatian: pembangunan untuk kemajuan Jakarta itu sendiri.

Saya tidak mengatakan bahwa Jakarta tidak ada pembangunan ataupun kemajuan lainnya. Tapi kalau kita buka berita tentang Jakarta, hampir semuanya didominasi dengan gaduh politik. Baik dari sisi pendukung ataupun yang menentang.

Bagi awam seperti saya, ini aneh. Ibaratnya sedang membangun rumah, orang-orang yang seharusnya membangun tembok, malah sibuk debat kusir dengan tetangga. Ujungnya hanya ribut di sana sini dan temboknya tidak jadi-jadi.

Sekarang Jakarta sudah memasuki musim penghujan, dan saya yakin kata "banjir" sudah terlintas di pikiran banyak orang. Dengan kegaduhan politik yang terus belangsung, saya jadi bertanya-tanya, persiapan kita untuk menghadapi banjir sudah sejauh mana?

Terus terang saya tidak tahu dan tidak keberatan untuk tahu.

Beberapa waktu yang lalu saya menyempatkan diri melewati daerah Jatinegara, wilayah yang tidak asing lagi dengan musibah banjir. Memang terlihat ada proyek di sekitar lintasan kali Ciliwung, tapi saya tidak melihat ada kegiatan di sana. Sepertinya pengerjaan sedang terhenti.

Apakah memang sudah selesai? Atau malah terbengkalai? Atau mungkin waktu itu saya datang di waktu yang salah? Karena alangkah ironisnya jika kita baru memfokuskan diri ketika musibah itu sudah datang lantaran pihak-pihak yang berkepentingan sibuk dengan pertentangan.

Terus terang saya jadi iri dengan Bandung.

Meskipun sampai saat ini saya belum mendapati update tentang persiapan menghadapi banjir di sana, tapi setidaknya Pemkot Bandung rajin mengupdate warganya tentang kemajuan yang sudah dicapai kota tersebut. Baik melalui media sosial maupun dari liputan media itu sendiri.

Sehingga terbentuk kesan bahwa Bandung itu memang diurus dan tidak membuang energi untuk hal-hal yang membuat kota jadi salah fokus.

Kalau ada yang bilang Jakarta itu beda dan mempunyai kompleksitas yang lebih tinggi, itu memang benar. Tapi bisa menjadi salah urus kalau warga dan pemerintahnya justru sibuk dengan gaduh politik seperti yang terjadi sekarang ini.

Musim hujan sudah datang di Jakarta dan kata "banjir" sepertinya sudah terlintas di pikiran banyak orang. Saya berharap kita tidak terlambat bergerak mengingat kegaduhan politik di Jakarta yang begitu melenakan. Membuat kebanyakan dari kita seperti salah fokus dan mengenyampingkan yang hal-hal yang seharusnya diperlakukan lebih penting.

Semoga saja apa yang sudah dilakukan untuk menghadapi banjir yang mungkin datang sudah sesuai dengan sasarannya. Dengan begitu, banjir dan permasalahannya kelak tidak menjadi bahan untuk memulai kegaduhan baru lagi.

Semoga.

photo credit: Monas via photopin (license)

No comments:

Post a Comment