28 December 2015

Tips Street Photography di Car Free Day


Car Free Day adalah salah satu waktu yang bagus untuk street photography. Banyaknya pengunjung yang datang membuka kesempatan bagi kita untuk memotret momen-momen unik yang ada di sana.

Berikut adalah tips street photography di Car Free Day.


Pilihan gear


Pilihlah gear yang ringan dan mudah untuk dibawa. Karena Car Free Day biasanya padat oleh pengunjung, maka saya merekomendasikan untuk membawa lensa lebar/normal saja. Untuk kamera APS-C, lensa 28mm sampai dengan 35mm sudah mencukupi. Sedangkan untuk kamera Full Frame, lensa 35mm sampai 50mm.

Bagaimana dengan lensa tele? Berdasarkan pengalaman, lensa tele justru membuat gerak kita menjadi terbatas. Memang bagus untuk momen-momen candid, tapi agak sulit untuk mengisolasi subyek karena padatnya orang di sana. Saya pribadi sudah tidak lagi menggunakan lensa tele untuk street photo di Car Free Day.



Camera setting


Karena pergerakan orang-orang di sana relatif lambat, maka mode Aperture Priority (AV) biasanya sudah mencukupi untuk meng-capture momen yang ada. Selain itu, mode ini juga memudahkan kita untuk memilih Depth of Field (DoF) yang diinginkan.

Untuk ISO, saya menggunakan Auto-ISO dengan nilai ISO tertinggi 1600. Saya memilih 1600 sebagai ISO tertinggi karena saya tidak menyukai kualitas gambar yang dihasilkan jika melebihi nilai itu. Tapi ini masalah selera dan dapat disesuaikan dengan keinginan kita.

Sedangkan F-stop, saya lebih sering menggunakan aperture dari f/4.0 sampai f/8.0. Tergantung pada DoF yang saya inginkan.



Waktu


Waktu yang tersedia untuk Car Free Day relatif pendek. Di Jakarta misalnya, Car Free Day mulai dari jam 6 pagi sampai 11 siang. Sedangkan di Bandung, jam 6 pagi sampai 10. Untuk kota-kota lainnya, saya rasa tidak jauh berbeda.

Saya menyarankan selambat-lambatnya kita sudah tiba di lokasi antara jam 6 sampai 6:30 karena di jam-jam ini cahaya matahari akan terlihat indah dan kita juga bisa punya waktu untuk menjelajah lebih jauh.



Pakaian


Gunakanlah pakaian yang nyaman dan menyerap keringat. Memotret di Car Free Day bisa membuat kita cukup lelah karena hawa panas. Jangan lupa membawa air minum secukupnya dan kenakan alas kaki yang ringan.

Saya juga menyarankan untuk menggunakan pakaian berwarna gelap untuk memudahkan kita berbaur. Selain itu, warna gelap juga akan memudahkan kita memotret karena kita tidak menonjol karena warna pakaian yang mencolok.



Subyek foto


Meskipun banyak dipadati pengunjung, mencari momen yang menarik di Car Free Day sebenarnya gampang-gampang susah. Tantangan yang biasanya saya temui adalah banyaknya orang yang melakukan kegiatan yang sama: jalan, lari, naik sepeda, dan duduk-duduk di pinggir jalan.

Setelah beberapa lama, pemandangan seperti ini boleh dibilang menjadi monoton karena banyaknya orang yang melakukan hal serupa.

Ketika ini terjadi, berhentilah di satu tempat untuk beberapa lama dan momen menarik pun akan datang dengan sendirinya. Karena jika kita terus bergerak, mau-tidak-mau kita jadi "terbawa arus" dan melewatkan hal-hal unik yang ada.

Cara lain yang cukup efektif adalah dengan bergerak mendekat. Dekati subyek yang kita anggap menarik. Dekatilah dengan senyuman dan basa-basi, baru kemudian kita potret dan ucapkan terima kasih sesudahnya.

Bagaimana dengan penolakan? Meskipun ada, penolakan biasanya jarang terjadi. Oleh karenanya, jangan ambil pusing jika ada penolakan dan bergeraklah ke subyek berikutnya.




Hitam putih vs warna


Ini kembali ke soal selera. Meskipun street photography lebih banyak menggunakan hitam-putih, tapi bukan berarti kita harus merubah semua foto kita ke hitam putih.

Foto hitam-putih memang punya daya tariknya sendiri, tapi foto bewarna juga bisa memberikan cerita lebih dalam sebuah foto.

Mengenai ini, percayakan kepada mata kita sendiri. Kalau menurut kita lebih baik hitam-putih, maka rubahlah ke hitam-putih. Jika foto berwarna lebih sesuai, kenapa tidak gunakan warna saja?

 

Masalah bagus tidaknya


Dalam pandangan saya, bagus tidaknya sebuah foto tidaklah bergantung pada pandangan/pendapat orang lain. Saya percaya bahwa apa yang kita foto saat itu adalah momen yang bagus dalam pendangan kita, dan itu sudah lebih dari cukup.

Apa yang kita bisa tingkatkan adalah dari sisi tekniknya. Kita bisa mempelajari hasil karya orang lain dan mencari tahu bagaimana mereka bisa mencapai itu. Tapi soal bagus atau tidaknya, janganlah terlalu pusing dengan apa kata orang.

Kita tidak perlu "persetujuan" orang lain untuk menganggap foto yang kita ambil bagus atau tidak, Karena orang pertama yang harus dipuaskan dari foto-foto kita adalah kita sendiri. Kalaupun ada orang yang suka, baik di dunia nyata ataupun maya, maka itu sebagai bonus saja.

Ingat, terlalu banyak memikirkan hal-hal yang tidak perlu justru akan membatasi sang fotografer untuk menemukan "ciri-khas"-nya sendiri.

Foto-foto dari Car Free Day


Berikut beberapa foto lainnya yang saya ambil dari Car Free Day yang lalu.




 
 


No comments:

Post a Comment