10 January 2017

Memprediksi Bentuk dan Ukuran Tubuh Calon Istri



Memilih seorang wanita sebagai calon istri bisa dilihat dari beberapa sisi. Ada yang melihatnya dari karakter, ada yang dari garis keturunan,  dari kecerdasan, agama, dan bahkan ada yang melihat dari kepemilikan harta.

Semua itu sah-sah saja tergantung selera dan keputusan masing-masing. Yang jelas, faktor penampilan akan selalu menjadi bahan pertimbangan.

Adalah fitrah laki-laki yang ingin selalu mendapatkan wanita cantik sebagai istrinya. Kriterianya pun macam-macam.

Salah satu kriteria kecantikan bagi para laki-laki adalah bentuk tubuh. Sehingga tidak berlebihan jika kecantikan seorang wanita juga dilihat dari bentuk tubuhnya.

Seperti yang kita ketahui, bentuk tubuh wanita ada beberapa macam dan ukurannya pun berbeda-beda. Saya tidak akan bilang bentuk tubuh yang satu lebih baik dari yang lainnya karena toh pada akhirnya akan kembali pada selera masing-masing.

Tapi kalau kita perhatikan, ada saja kasus-kasus suami baru yang seolah kaget dengan bentuk tubuh istrinya. Apalagi setelah melahirkan. Ketika masih pacaran bentuk tubuh calon istri begitu aduhai, namun setelah menikah malah bikin lunglai.

Oleh karena itu, laki-laki perlu memprediksi bentuk tubuh calon istri sehingga rasa kaget di kemudian hari bisa lebih diantisipasi.

Dengan begitu, dia tidak punya alasan untuk membanding-bandingkan karena sudah mendapatkan bayangan bentuk tubuh calon istri beserta resiko-resikonya.

Menurut saya, cara termudah untuk memprediksi bentuk tubuh calon pasangan adalah dengan melihat bentuk tubuh sang Ibu (calon mertua).

Tanpa ada maksud untuk berlaku tidak sopan, tapi dari situ kita bisa mengira-ngira seperti apa bentuk calon pasangan kita nanti.

Teknik ini belum tentu selalu berhasil dan kenyataan bisa saja berkata lain. Tapi setidaknya bisa dijadikan referensi karena sedikit banyak bentuk tubuh ibu akan diwariskan kepada anak-anaknya.

Kalau camer terlihat ekstra, maka jangan terheran-heran bila nanti calon istri mempunyai peluang yang sama untuk jadi ekstra. Begitu pula sebaliknya.

Jika kita sudah punya prediksi seperti ini, maka seorang laki-laki diharapkan bisa lebih siap untuk menghadapi perubahan yang mungkin terjadi pada istrinya kelak dan ia pun bisa lebih realistis terhadap harapan-harapannya. Khususnya dalam urusan bentuk tubuh pasangannya setelah menikah nanti.

 

No comments:

Post a Comment