01 January 2017

Teras Cikapundung, My Little Happiness in Bandung

Teras Cikapundung - www.adityafajar.com - Copyright (c) Aditya Fajar
Ketika mengunjungi Bandung, saya selalu menyempatkan diri berjalan kaki untuk memotret. Tergantung kondisi badan saat itu, jarak yang saya ambil bisa sekitar rumah saja atau sampai beberapa kilometer jauhnya.

Waktu itu saya rencananya ingin mengunjungi Car Free Day (25/12/2016). Tapi sayangnya acara tersebut ditiadakan dan akhirnya saya memutuskan untuk mengunjungi Teras Cikapundung saja. Karena kebetulan saya juga belum pernah ke sana.

Setibanya di simpang Dago, saya melanjutkan perjalanan ke Teras Cikapundung berjalan kaki menyusuri jalan Siliwangi. Jalan menurun dan pepohonan yang rindang membuat jalan kaki saat itu menyenangkan, meski sesekali angin berhembus kencang.

Saya sengaja berjalan lambat dan menikmati pemandangan yang ada. Melihat-lihat sekeliling sambil sesekali mengambil gambar. Setelah kurang lebih 20 menit berjalan, barulah saya tiba di sana.

Teras Cikapundung - www.adityafajar.com - Copyright (c) Aditya Fajar
Perjalanan menuju Teras Cikapundung melalui jalan Siliwangi.
Teras Cikapundung - www.adityafajar.com - Copyright (c) Aditya Fajar
Mural yang ada di sepanjang jalan Siliwangi.
Teras Cikapundung - www.adityafajar.com - Copyright (c) Aditya Fajar
Mural tokoh pewayangan. Semar, Petruk, Bagong, dan Cepot.
Teras Cikapundung - www.adityafajar.com - Copyright (c) Aditya Fajar
Suasana Teras Cikapundung.

 

Sesampainya di sana saya mendapati sudah cukup ramai tapi tidak sampai berdesakan. Mungkin karena masih relatif pagi, dan dari apa yang saya lihat, sepertinya mereka datang setelah selesai berolahraga.

Teras Cikapundung - www.adityafajar.com - Copyright (c) Aditya Fajar
Pengunjung menyempatkan diri untuk foto bersama selepas olah raga.
Teras Cikapundung - www.adityafajar.com - Copyright (c) Aditya Fajar
Teras Cikapundung juga menjadi tujuan wisata keluarga di Bandung.

Saya masih ingat ketika teras ini masih belum dibangun. Saat itu masih berupa pemukiman kumuh dengan sungai yang kerap terlihat kotor oleh sampah. Melihat perubahannya, saya angkat topi untuk Kang Ridwan Kamil yang bisa mentransformasi Cikapundung menjadi seperti sekarang.

Selain berbentuk taman, desain Teras Cikapundung juga menyerupai sebuah teater terbuka. Tebakan saya ini sengaja dibuat demikian supaya teras ini juga bisa digunakan sebagai panggung untuk atraksi budaya. Kalau benar seperti itu, menarik juga untuk bisa tahu jadwal kegiatan di teras ini.

Teras Cikapundung - www.adityafajar.com - Copyright (c) Aditya Fajar
Desain yang menyerupai teater terbuka.

Sambil terus mengeksplorasi Teras Cikapundung, saya menemukan kejutan kecil setelah melewati jembatan di sana.

Saya sempat bingung kenapa banyak orang yang duduk-duduk di pinggiran kolam sambil mencelupkan kaki mereka. Saya terus bertanya-tanya sampai akhirnya membaca sebuah papan tulisan.

Ah, ternyata apa yang dilakukan banyak orang adalah duduk di kolam terapi ikan. Cukup dengan lima rupiah kaki pengunjung bisa “disantap” oleh ikan-ikan di sana. Tidak tahu juga apa efeknya dari terapi ini. Tapi dari apa yang saya lihat sepertinya cukup menyenangkan.

Teras Cikapundung - www.adityafajar.com - Copyright (c) Aditya Fajar
Apakah Anda berani dengan tantangan ini?
Teras Cikapundung - www.adityafajar.com - Copyright (c) Aditya Fajar
Pengunjung yang sedari pagi sudah menerima terapi.
Teras Cikapundung - www.adityafajar.com - Copyright (c) Aditya Fajar
Terapi ikan sepertinya menyenangkan untuk dicoba.

Berkunjung ke Teras Cikapundung mampu membuat saya tersenyum. Senang bisa melihat warga yang begitu menikmati teras ini dan salut untuk Pemkot Bandung yang bisa memberikan kebahagiaan-kebahagian kecil seperti ini ke warganya.

Bagi yang ingin mengunjungi Teras Cikapundung, saya menyarankan menggunakan angkot atau motor saja. Karena saya tidak melihat ada lahan untuk parkir mobil di sana. Waktunya pun sebaiknya pagi atau menjelang sore, karena kalau agak siang mungkin panasnya sudah terasa menyengat.

Saya berada di Teras Cikapundung mungkin sekitar 35 menit saja. Tidak lama memang, karena saya berniat meneruskan berjalan kaki menuju Cihampelas untuk melihat pembangunan Cihampelas Skywalk.

Teras Cikapundung - www.adityafajar.com - Copyright (c) Aditya Fajar
Atraksi air mancur yang mengikuti alunan musik.
Teras Cikapundung - www.adityafajar.com - Copyright (c) Aditya Fajar
Pemandangan Teras Cikapundung dari Jalan Siliwangi sebelum saya meneruskan perjalanan ke Cihampelas.
.

 

No comments:

Post a Comment