16 November 2017

Penyederhanaan tarif listrik yang menyisakan tanda tanya

Beberapa waktu belakangan ini, perhatian saya tertuju dengan berita tentang rencana PLN menyederhanakan tarif listrik. Jika benar dilaksanakan, maka kelompok pengguna non-subsidi 900 VA, 1300 VA, dan 2200 VA akan diupgrade secara cuma-cuma dan dimasukkan ke dalam satu kelompok pengguna 4400VA 5500 VA. Setelah diupgrade, maka kelompok non-subsidi 900VA, 1300VA, dan 2200VA otomatis menjadi tidak ada lagi.

Secara kasat mata, kenaikan daya listrik secara cuma-cuma memang menarik. Tanpa biaya tambahan, pelanggan akan bisa menggunakan lebih banyak peralatan listrik tanpa harus khawatir kekurangan daya. 

Tapi terus terang saya tidak terlalu antusias dengan rencana ini.

Karena dengan masuknya kita ke dalam kelompok 5500 VA, maka secara tidak langsung saya akan terikat dengan skema biaya yang ada pada kelompok ini. PLN memang mengatakan bahwa upgrade yang akan dilakukan tidak akan mempengaruhi tarif dan abudemen. Semuanya tetap sama.

Tapi kalau dipikirkan lagi, itu tidak menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Karena dari apa yang saya tahu, semakin tinggi daya listrik yang terpasang, maka semakin tinggi pula tagihan yang harus dibayarkan. Paling tidak dari sisi biaya abudemennya.

Kalau saat ini saya membayar abudemen di kelompok non-subsidi 2200 VA, maka setelah diupgrade, saya harus rela "naik-kelas" dan membayar abudemen yang lebih tinggi untuk kelompok 5500 VA. Tentunya ini akan menambah total tagihan yang harus saya bayarkan kelak.

Saya memang bukan ahli listrik. Saya cuma pengguna awam yang berusaha menggunakan listrik sehemat mungkin karena biaya listrik yang terus merangkak naik. Dan dari sisi abudemen saja, rencana PLN ini sudah terlihat tidak menarik.

Lalu bagaimana kalau abudemen dihapus? Tidak ada lagi abudemen dan tagihan listrik dibayarkan berdasarkan penggunaan saja?

Jika itu benar, maka rencana PLN di atas akan terlihat lebih masuk akal.

Tapi melihat kebiasaan PLN selama ini, rasanya kecil kemungkinan hal tersebut terealisasi. Karena bagi PLN, abudemen merupakan pemasukan tambahan yang otomatis didapat tanpa harus berinvestasi lebih lanjut. Cukup sekali di saat pelanggan melakukan pemasangan listrik (tolong koreksi saya kalau salah).

Selain dari sisi tagihan, saya juga kurang tahu apakah upgrade kapasitas juga berimbas pada sisi teknisnya. Apakah dengan naiknya kapasitas listrik yang terpasang, maka saya harus mengupgrade juga instalasi kabelnya? Jika iya, siapa yang melakukannya dan siapa yang menanggung biayanya?

Saya pikir PLN punya tanggung jawab moral untuk memberikan penjelasan tentang efek samping yang akan muncul dari rencana yang dibuatnya sendiri. Selain itu, PLN juga harus bisa memberikan solusi yang bisa mengurangi rasa sakit para pelanggan yang terkena imbasnya.

Jangan hanya karena rencana yang terlihat brilian di mata PLN sebagai korporasi, tapi ujungnya malah memberatkan pelanggan mereka sendiri.

Sampai saat ini, rencana PLN untuk menyederhanakan tarif masih terlihat tidak menarik. Saya masih belum bisa melihat keuntungan dari rencana tersebut selain makin banyaknya peralatan listrik yang bisa saya gunakan di saat bersamaan.

Lebih jauh, kapasitas daya yang sekarang terpasang di rumah saya sekarang ini sudah bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Jadi saya belum bisa melihat logikanya untuk menambah daya selain mendorong pemakaian listrik yang lebih banyak lagi.

Bagaimana menurut Anda? Apa pandangan Anda tentang rencana penyederhanaan tarif listrik ini? Silakan sampaikan pendapat Anda di kolom komentar.

Share This:

 

No comments:

Post a Comment