03 December 2017

Menemani istri belanja

Ketika akhir pekan, salah satu kegiatan yang cukup rutin saya lakukan adalah menemani istri belanja. Sebenarnya bukan karena kesadaran sendiri, tapi lebih karena diminta he..he..he..

Buat saya dan juga kebanyakan para suami, menemani istri belanja merupakan tantangan tersendiri. Apalagi kalau harus berlama-lama. Nah, untuk mengatasi rasa bosan, biasanya saya membawa kamera untuk foto-foto keadaan di sana.



Istri saya sih sudah hapal soal ini, dan dia tidak pernah keberatan selama saya bisa bantu bawa barang belanjaan. Yang penting semua yang dibutuhkan bisa didapatkan. Pasar sendiri menurut saya merupakan lokasi yang cukup menarik untuk difoto.

Meski sudah berulang kali ke sana, tapi tetap saja kita menemukan berbagai kegiatan yang cukup unik. Mulai dari orang berbelanja sampai dengan yang makan. Semuanya bisa didapat dalam jarak yang berdekatan.

Bagi sebagian mungkin makan di pasar tradisional terlihat kurang higenis, tapi tetap saja kondisi ini tidak menyurutkan orang untuk pergi makan dan berbelanja di sana.

Saya sendiri termasuk orang yang tidak terlalu ambil pusing dengan hal ini. Selama terlihat enak dan cukup bersih, saya dengan senang hati menikmati hidangan yang di tawarkan.

Sambil foto-foto, saya juga biasanya melihat-melihat barang yang dijajakan. Karena tidak jarang saya temui peralatan rumah tangga yang menarik.

Seperti misalnya kontainer makanan dengan desain terbaru dan pakaian-pakaian santai dengan harga yang terjangkau. Warna dan bentuknya pun bermacam-macam.

Yah, untuk saya pemandangan seperti ini sudah cukup menghibur.

Menemani istri belanja merupakan tantangan tersendiri bagi para suami, terutama untuk mengatasi rasa bosan. Untuk saya sendiri, kamera merupakan teman setia yang cukup membantu menghadapi kebosanan yang ada karena saya bisa memotret suasana yang ada dan menceritakan kembali pengalamannya.

Saya tidak bisa membayangkan jika tidak ada kamera. Mungkin saya cuma bisa bolak-balik melihat handphone untuk sekedar menghabiskan waktu sambil menunggu. Sungguh membosankan.

Nah, kalau Anda sendiri bagaimana?



Share This:

 

No comments:

Post a Comment