27 Jan 2018

Jalan sore di akhir pekan yang santai

Entah mengapa, saya merasa akhir pekan kali ini terasa lambat dan sedikit membosankan. Sebenarnya ada keinginan untuk olahraga pagi, tapi terus terang agak malas dan akhirnya memilih diam saja di rumah.

Tapi kalau dipikir-pikir lagi, sayang juga akhir pekan berlalu begitu saja. Nah, akhirnya saya pun memutuskan untuk jalan-jalan sore saja. Apalagi cuacanya mendukung.

Tak perlu jauh, cukup di lingkungan sekitar, sambil sekalian menuju pasar karena saya juga perlu membeli makanan kucing yang sudah habis.

Saya mulai jalan setelah sholat Ashar. Cuacanya cerah dan udaranya juga lumayan sejuk sehingga membuat jalan-jalan kali ini terasa lebih menyenangkan.

Perjalan saya mulai menuju taman Honda dan  kalau dipikir-pikir lagi, entah sudah berapa kali saya ke sini. Tak terhitung rasanya dan selama itu pula sudah saya saksikan berbagai perubahannya.

Mulai dari yang terlihat hijau nan indah di musim hujan, sampai dengan yang kering kekuningan di musim kemarau. Mulai dari wahana pendukung yang serba baru, sampai seperti yang sekarang, di mana terlihat mulai rusak dan terlantar.

Meskipun begitu, taman Honda tetap banyak diminati pengunjung. Baik dari warga sekitar ataupun luar Tebet. Saya sendiri sudah sangat terbiasa dengan taman ini dan relatif hapal dengan apa yang ditawarkan di sana. Tapi dari waktu ke waktu, saya masih suka juga mengunjunginya.

Ketika menuju taman Honda, bertemu dengan bapak-bapak yang sedang main catur. Sepertinya menyenangkan.
Cemilan yang sangat mengonda di sore hari.
Suasana yang santai memang ideal untuk leha-leha.
Di taman Honda saya tidak begitu lama. Mungkin sekitar 20 menit dan hanya mengambil beberapa foto saja. Tidak banyak yang berubah dan seperti biasa, taman diramaikan oleh sejumlah kegiatan warga.

Sore itu memang terlihat begitu santai.

Kegiatan warga di taman Honda yang umum ditemui saat sore hari.
Andai saja parit ini airnya bersih dan tidak bau, tentu akan terlihat lebih indah.

Keluar dari taman Honda, saya langsug menelusuri jalan ke arah pasar Tebet Timur untuk membeli makanan kucing.

Dalam perjalanan, saya melihat pemandangan yang tidak biasanya. Ada sebuah mobil pickup yang membawa muatan buah nangka.Penasaran karena ukurannya, saya pun menghampiri dan bertanya.

Ternyata buah-buah nangka ini adalah hasil produksi dari kampung yang dibawa untuk dijual. Terus terang ini mungkin buah nangka terbesar yang pernah saya lihat langsung.

Merasa takjub melihat pemandangan seperti ini, saya mengambil beberapa gambar. Terbayang oleh saya berapa banyak orang yang diperlukan untuk mengangkut seluruh buah nangka tersebut.

Buah nangka ukuran jumbo
Buah nangka yang sedang dipotong-potong.

Setelah mengambil gambar, saya melanjutkan perjalanan menuju pasar Tebet Timur. Tapi karena sedang santai, saya mengambil jalan yang sedikit memutar dengan harapan menemui hal-hal menarik yang bisa di foto.

Kerinduan
Sudah saya tanyakan, dan duriannya masih belum matang.
Meski terdengar mirip dengan artis Jepang, tapi yang ini lebih soleh.
Melepas lelah.

Setelah mendapatkan makanan kucing, saya memutuskan untuk langsung pulang. Apalagi cahaya matahari sudah makin meredup dan awan pun terlihat mendung.

Meski relatif singkat, tapi saya merasa senang bisa berjalan sore tadi. Cuaca yang mendukung, membuat jalan-jalan kali ini lebih nyaman dan tidak membuat gerah. Apalagi sempat menemukan pemandangan-pemandangan unik yang bisa di foto.

Kalau sudah begini, saya malah kepikiran untuk pergi ke Car Free Day besok. Untuk membayar pagi yang hilang di hari ini karena saya kemalasan saya sendiri.

Let see. Kalau memang saya jadi ke CFD besok, saya akan coba posting lagi kegiatan selama saya ada di sana.

Dalam perjalanan pulang, saya menyempatkan diri untuk sejenak melihat pertandingan bola.
Sepertinya menarik untuk dicoba. Tapi sayang, saya harus segera pulang.
Salah satu hal yang saya takutkan adalah ban kempes. Semoga tidak ada kerusakan yang lebih parah.


Share This:

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar