5 tips supaya tidak bosan saat temani istri belanja


Saya percaya banyak suami akan merasa bosan saat menemani istrinya belanja. Apalagi untuk beli barang-barang kecantikan. Seperti baju, make-up, perhiasan, dan sebagainya. Itu hampir bisa dipastikan belanjanya akan lama, dan malah, bisa jadi sangat lama.

Kalau boleh memilih, tentunya akan lebih enak diam di rumah dan biarlah istri belanja dengan teman-teman wanitanya atau saudara-saudara perempuannya. Tapi apa daya, yang seperti itu biasanya jarang terjadi, dan ujung-ujungnya, suami juga yang harus menemani.

Pengalaman saya menemani istri belanja selama ini sudah cukup membuktikan kalau rasa bosan itu hampir selalu ada. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, rasa bosan itu bisa diakali supaya tidak menganggu dan membuat kita ingin cepat-cepat pulang.

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:

1. Sebelum berangkat, pastikan makan tapi tidak kenyang


Perjalanan ke lokasi belanja para wanita biasanya identik dengan macet. Untuk itu, kita harus menyiapkan diri agar tidak kelaparan di jalan. Tapi ingat, secukupnya saja, dan tidak perlu sampai kenyang.

Perut yang kenyang akan membuat kita sulit saat tiba di lokasi belanja. Kenapa? Karena kita jadi tidak punya alasan atau tidak punya mood untuk mengisi perut. Selain itu, perut yang kenyang juga akan membuat kita lebih cepat mengantuk.

Makan saja secukupnya dan sisakan ruang untuk bisa menambah makanan di sana. Lebih baik menunggu sambil makan bukan? Daripada menunggu tapi cuma bisa celingak-celinguk atau main handphone.

2. Tentukan budget belanja dan hindari kartu kredit


Sepakati dulu bahwa belanja kali ini tidak akan melebihi sekian rupiah. Terutama untuk belanja produk-produk kecantikan, aksesoris, pakaian, dan turunannya. Oh, jangan lupa juga untuk menghindari penggunaan kartu kredit.

Selain bagus untuk kedisiplinan finansial, budget juga akan mendorong istri untuk belanja sesuai dengan batasan budget yang ada. Kalau batasan budget sudah jelas, biasanya dia tidak akan terlalu lama mampir di toko yang harganya melewati budget. Paling hanya tanya-tanya sebentar lalu jalan lagi. Tentunya ini mempercepat proses seleksi barang dan kita tidak perlu terjebak dengan proses tawar-menawar yang alot demi mendapatkan diskon.

Lalu bagaimana dengan kartu kredit? Saya sih tidak menyarankan ya. Karena kalau pakai kartu kredit kita akan lebih mudah tergoda dengan berbagai macam promo. Ujung-ujungnya malah membeli yang tidak perlu dan bisa jadi melebihi budget yang sudah direncanakan. Belum lagi nanti harus berkutat dengan tagihan-tagihannya.

3. Berangkat lebih awal


Berangkat lebih awal punya dua keuntungan: lebih lega, dan belum banyak toko yang buka. Oleh karenanya sebisa mungkin tiba di lokasi belanja sebelum jam buka.

Misalnya saja kalau pergi ke Thamrin City, Tanah Abanga, atau Pasar Baru di Bandung. Tiba lebih awal di lokasi akan memudahkan kita mencari parkir dan memulai hunting barang dengan lebih santai. Berbeda kalau kita datang lebih siang. Baru masuk lahan parkir saja sudah bikin bete karena susah mendapat parkir. Kalaupun pakai taksi dan sebainya, untuk tiba ke sananya juga sudah perjuangan karena macet.

4. Di lokasi belanja, jalanlah di belakang istri


Bukanlah rahasia umum kalau wanita berbelanja akan banyak mampirnya. Tidak seperti laki-laki yang cenderung langsung mencari barang yang mau dibeli. 

Nah, kalau kita berjalan di depan, jangan heran saat menengok ke belakang istri tiba-tiba menghilang. Tentunya ini membuat bingung dan kadang mengesalkan, karena kita harus mencari-cari lagi dia ada di mana.

Kalau berdasarkan pengalaman saya, raibnya istri seperti ini dikarenakan dia pit-stop tanpa kasih kabar. Berhenti di satu toko dan membiarkan saya jalan terus, dan saat saya menyadarinya, jaraknya sudah terlampau jauh. Walhasil saya harus menyusuri kembali jalan yang sudah dilalui sambil mencari-cari.

Beda kalau kita berjalan di belakang. Kita bisa mengusik istri untuk jalan terus atau mempercepat melihat-lihatnya. Mungkin akan menyebalkan untuk dia, tapi tidak apa-apa. Karena toh kalau tidak diingatkan, istri bisa keasyikan sendiri.

5. Bawa stroller yang ringan


Bagi mereka yang memiliki anak balita, membawa stroller menjadi sebuah keharusan. 

Menggendong-gendong anak sambil menemani istri belanja akan menguras tenaga kita dengan cepat. Karena ingat, membawa anak balita berarti juga harus membawa segala bentuk perlengkapannya. Mulai dari popok, susu, air, sampai baju ganti... dan ini tidak ringan.

Berbeda kalau ada stroller, di mana anak bisa diletakan di stroller dan kita tinggal mendorongnya saja. Jika dirasa perlu, tas perlengkapan juga bisa digantungkan di sana. Meringankan beban. Kalaupun anak perlu digendong, gembolan dan kantong belanja tetap bisa di letakkan di atas stroller. Tetap lebih mudah dibanding tanpa stroller.

* * *

Menemani istri belanja bagi kebanyakan suami bukanlah acara yang menyenangkan. Bahkan cenderung membosankan. Kalau boleh memilih, tentunya akan lebih enak diam di rumah saja. 

Tapi itu sudah menjadi tugas tidak resmi suami yang mau-tidak-mau harus dijalankan. Apa yang bisa dilakukan adalah mencari cara bagaimana mengurangi rasa bosan yang ada.

Dari pengalaman saya selama ini, cukup makan, tentukan budget, berangkat lebih awal, dan pantau terus kemana istri pergi, cukup membantu saya mengatasi rasa bosan. Bagi mereka yang membawa anak, membawa stroller yang ringan juga sangat bermanfaat.

Bagaimana dengan Anda? Apa yang Anda lakukan untuk mengatasi rasa bosan ketika menemani istri belanja?



Share This:

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar