Berdasarkan statistik dari
CheckFacebook.com, jumlah pengguna Facebook saat ini telah mencapai
799,054,920 orang (26/12/11). Sehingga apabila Facebook diibaratkan sebagai sebuah negara, maka Facebook merupakan negara ketiga dengan jumlah penduduk terbanyak setelah China dan India.
Bagi pemilik usaha, baik kecil, menengah, besar, ataupun rumahan, besarnya populasi Facebook ini telah memberi kesempatan kepada mereka untuk bisa terhubung dengan hampir satu milyar orang hanya dari satu pintu.
Di Indonesia sendiri, pengguna Facebook telah mencapai 42 juta orang dan menempati urutan kedua dari total jumlah pengguna. Sebuah pangsa pasar yang cukup menggiurkan bukan?
Nah, untuk bisa sukses memasarkan produk-produk Anda di Facebook, Anda perlu memahami sifat dasar media sosial terlebih dahulu sebelum mulai mempromosikan barang dagangan.
Sebagai media sosial, Facebook merupakan medium layanan yang memberikan kemudahan kepada para penggunanya untuk menjalin/membangun sebuah hubungan.
Dengan Facebook, orang dapat terhubung dengan keluarga, teman, dan koleganya dengan cara yang sama, mudah, dan personal. Oleh karena itu, para pemilik usaha yang ingin berjualan di Facebook, terutama bagi usaha rumahan dan UKM, penting bagi mereka untuk mengedepankan aspek membangun hubungan dengan para calon pembeli.
Apa artinya? Ini artinya para pemilik usaha tidak bisa memperlakukan Facebook dan media sosial lainnya hanya sebagai medium promosi dan iklan.
Sekarang ini banyak sekali orang-orang yang menggunakan akun Facebook hanya sebagai etalase toko. Mereka dengan rutin memposting gambar-gambar produk dengan pesan-pesan promosional yang pada intinya cuma bilang, "Ayo beli dagangan saya!"
Apa yang mereka lakukan sebenarnya tidak berbeda dengan pedagang pasar yang memanggil-manggil pengujung untuk membeli. Hubungan yang terjalinpun akhirnya hanya sebatas hubungan transaksional (beli putus).
Sayang bukan, jika pembeli Anda hanya datang sesekali dan tak kembali lagi? Apalagi jika produk Anda ternyata produk yang bagus.
Lebih dari Sekedar Jual Beli
Berjualan di sosial media bukanlah sekedar aktifitas jual beli, dan jualan di Facebook membutuhkan lebih dari sekedar kata-kata promosi.
Seperti yang sudah disinggung di atas, berjualan di Facebook haruslah mengedepankan aspek pembangunan hubungan dengan konsumen. Karena ingat, orang membeli dari Anda karena tiga hal:
- Mereka tahu siapa Anda;
- Mereka suka dengan Anda; dan
- Mereka percaya dengan Anda.
Dengan demikian, apa yang Anda harus lakukan adalah membuat calon pembeli tahu siapa Anda, buat mereka suka dengan Anda, dan jalin hubungan baik sehingga mereka percaya dengan Anda.
Bagaimana caranya? Silakan lanjutkan membacanya. :)
Bukan Promosi yang Dicari
Ketika orang membeli sebuah produk, apa yang dibelinya adalah sebuah solusi. Baik itu untuk kebutuhannya, kemauannya, ataupun keduanya.
Saat seorang konsumen ingin membeli sebotol parfum misalnya, apa yang dia inginkan pada dasarnya adalah solusi untuk menjadi wangi. Dan sebelum memutuskan untuk berbelanja, dia akan mencari tahu tentang cara menjadi wangi dengan menggunakan parfum.
Dalam proses pencarian inilah konsumen akan membutuhkan sumber informasi yang bisa ia percaya dan bisa didapatkan dalam waktu yang relatif cepat.
Pertanyaannya sekarang, siapakah yang akan memberikan informasi tersebut?
Salah satu sumber informasi tercepat yang bisa didapatkannya adalah dari iklan ataupun promosi-promosi yang dia temukan dari akun Facebook. Tapi, apakah konsumen tersebut akan mempercayainya?
Survey di Amerika Serikat mengatakan bahwa 78% orang lebih percaya dengan perkataan orang lain tentang suatu produk, sebelum mereka mempercayai promosi/iklan produk yang bersangkutan. Dalam kata lain, orang akan lebih mendengarkan pendapat orang lain, bahkan dari orang yang tidak dikenalnya, dibanding dengan apa yang dikatakan oleh produsen/penjual.
Nah, bayangkan jika ada seorang penjual parfum yang selama ini menggunakan akun Facebooknya hanya sebagai etalase toko. Apakah konsumen tadi akan menganggap penjual tersebut sebagai seseorang yang bisa dipercaya?
Konsumen logikanya akan lebih mempercayai seseorang yang banyak memberikan informasi tentang cara wangi dengan parfum tanpa embel-embel harus membeli produk tertentu, dibanding dengan para penjual yang cuma bisa bilang, "produk saya ini bagus, percayalah."
Orang yang terlihat sukarela memberikan solusi, akan dikenal sebagai seorang yang ahli di bidang tersebut. Semakin banyak dia memberikan informasi yang menarik, relevan, dan berguna, maka semakin banyak orang yang menyukai dan mempercayainya. Tidak masalah apakah orang tersebut hanya pengguna biasa ataupun memang benar-benar jualan parfum.
Dan ketika rasa percaya itu sudah didapat, maka orang akan dengan sukarela membeli darinya.
Cara Jualan di Facebook
Facebook sebagai sebuah media sosial terfokus pada membangun sebuah hubungan. Jika kita ingin berjualan di Facebook, maka yang perlu kita kedepankan adalah membangun hubungan dengan konsumen kita.
Cara membangun hubungan di Facebook pada dasarnya serupa dengan media sosial lainnya, yaitu menyediakan konten yang
menarik, relevan, dan berguna bagi pangsa pasar Anda.
Jika Anda berjualan baju anak, berikanlah tips-tips bagaimana cara memilih baju anak yang baik. Tunjukkan cara mencucinya, dan bagaimana menghemat uang ketika berbelanja baju anak. Jika Anda menjual jasa terjemahan, berikanlah informasi bagaimana cara mencari jasa terjemahan, apa yang mesti diperhatikan, dan seperti apa contoh kontrak kerjanya.
Apapun produk/jasa yang Anda jual, berikanlah hal-hal yang berkaitan dengan bidang tersebut. Bayangkan diri Anda sebagai seorang konsumen dan tanyakan apa yang ingin Anda ketahui sebagai seorang konsumen. Catat jawabannya dan berikanlah itu kepada pangsa pasar yang Anda tuju.
Jika selama ini Anda menggunakan akun Facebook sebagai etalase, maka saya sarankan untuk berhenti. Ubahlah strategi pemasaran Anda menjadi sebuah strategi yang memberikan nilai yang lebih dari sekedar jual beli.
Posisikan diri Anda sebagai seorang ahli yang tidak segan memberikan manfaat yang sebanyak-banyaknya kepada konsumen. Dengan begitu Anda akan dikenal, disukai, dipercaya, dan orang akan membeli dari Anda.
Sekarang mungkin Anda bertanya, bagaimana contoh implementasinya? Apa yang dibutuhkan untuk bisa memberikan nilai tambah tadi?
Nah, kalau itu tunggu tulisan saya berikutnya. Di sana akan saya jelaskan dengan lebih detail. :)