Thursday, January 26, 2012

A Clean and Fun Way to Buy Glasses

I've been wearing glasses since forever. If I'm not mistaken, glasses has become part of my life since I was 13 years old. I guess it runs in the family, because my father, sister, and brother are also wearing glasses. 

One of the challenges of wearing glasses is to keep the lenses clean. For a sloppy person like myself, this simple task can be annoying sometimes, especially when you forgot to bring along the cleaning cloth with you.

Fortunately, advances in eye-glasses technology have provided people with many comforts and conveniences, and this has made wearing glasses more enjoyable. 

Take a look at the newest generation of newest generation of AR coating, Fingerprint Resistant (Oleophobic) Anti-Reflective Coating from Zenni Optical for example. 

The Oleophobic coating is the technology where it can repel water, dust, fingerprint, and oil. Yeap, you read correctly, it can even repel oil! So for those who have oily face, this coating helps your lenses stay clean, reduce annoying reflection, and require less cleaning. 

What about the price? 

Well, advance technology can be quite expensive at times. But to my surprise, Oleophobic technology from Zenni Optical can be yours for an affordable price. How $6.95 for prescription eyeglasses sounds to you? 

It sounds good right? Very good indeed.

When you visit Zenni Optical's site, the experience is also quite fun. They have a large selection of frames suitable for both sexes and finding the one that fits you is easy. 

Zenni has this "Zenni Frame Fit" feature, where you upload your photo and have a look how the frames would fit your face. Not only fun, it's also very helpful.

So, if you think you need a pair of new glasses, why not visit Zenni Optical and see how they can assist you with their selections. With such an affordable price, you can have advance technology for your spectacle where you don't have to clean them that often. 

Besides, when choosing and buying eyeglasses can be fun, isn't worth the try after all? :)

Saturday, January 14, 2012

Pindah Ke UsahaLancar.com


Dear all,
Agar lebih fokus, saya memindahkan seluruh tulisan yang berkaitan dengan usaha kecil dan rumahan ke situs baru, UsahaLancar.com. Di sana kita bisa saling berbagi pengalaman, ilmu, dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan memulai dan mengelola usaha kecil dan rumahan.

Berhubung masih baru, tampilan dan isinya pun belum banyak. Tapi akan saya update terus dengan tulisan dan informasi baru.

Itu saja pemberitahuan dari saya. Jangan lupa berkunjung ke sana ya! :)

Thursday, January 12, 2012

Kemiskinan di Pusat Finansial

Jika kita mengunjungi wilayah SCBD, terutama di sekitar gedung Indonesia Stock Exchange, kita bisa bisa menemukan pemandangan yang miris di hati.

Di antara sibuknya orang-orang yang berpakaian rapih dan datang dengan mobil-mobil mewah mereka, ada sekelompok anak-anak lusuh yang duduk termenung di pojok-pojok halte depan menara gedung.

Sering saya dapati pandangan mereka seperti kosong, memandangi lalu lalang orang dan termenung melihat ramainya pengunjung Pacific Place mall yang persis berada di depan gedung Indonesia Stock Exchange.

Begitu kontras pemandangan yang terlihat. Sosok-sosok kemiskinan yang teracuhkan di pusat finansial dan kemewahan negeri ini.

Kemarin, miris sekali rasanya ketika melihat sepasang anak miskin duduk termangu di samping pintu bayar parkir motor. Sang kakak perempuan terpaku melihat keluar masuk orang yang mengambil dan membayar karcis, dan begitu pula dengan adik laki-lakinya. Keduanya tak lebih dari lima dan tiga tahun.

Entah apa yang ada dipikiran mereka.

Sebagai seorang ayah, sedih sekali melihat pemandangan itu. Ada memang pikiran yang "menuduh" bahwa anak-anak miskin itu sengaja ditaruh di sana untuk mengais rejeki dari rasa iba. Tapi kalaupun iya, tetap saja tidak bisa memadamkan kepolosan dari wajah-wajah mereka.

Apapun alasan mereka berada di sana, itu bukanlah hal yang penting. Karena kalau dipikirkan lagi, kehadiran mereka memiliki makna yang lebih dari sekedar orang miskin yang meminta-minta.

Mereka hadir seolah sebagai ujian atas kepekaan hati nurani kita. Ketukan untuk menyentuh rasa kemanusiaan di tengah-tengah kesibukkan mencari harta di pusat keuangan negeri ini.

Saya tak tahu lagi apakah hari ini dan hari-hari yang akan datang akan melihat kedua bocah itu lagi. Tiada daya selain memohon kepada Yang Maha Kuasa untuk menjaga mereka. Melindungi mereka dari kejahatan dan rasa sakit. Memudahkan rejekinya, dan menjadikan mereka manusia-manusia yang tahu bersyukur kepada Tuhannya.

Semoga doa ini didengar dan dikabulkan Allah ya nak? Semoga deritamu selama ini menjadi pembuka jalan untuk kehidupan yang lebih baik. Amiiin.

Sunday, January 1, 2012

Cara Mudah Hitung Lembur

Baik pemilik usaha ataupun karyawan perusahaan, lembur merupakan salah satu bagian dari operasional bisnis. Di Indonesia, ketentuan lembur sekarang ini diatur dalam Keputusan Menteri No. 102 tahun 2004.

Dalam Kepmen di atas, ketentuan dan cara menghitung lembur sudah cukup jelas. Meskipun begitu, perhitungan lembur acapkali masih membingungkan. Nah, untuk itu saya membuat Kalkulator Hitung Lembur agar hitung-hitungan lembur menjadi lebih praktis.

Untuk membukanya, cukup gunakan Microsoft Excel. Tapi bisa juga menggunakan aplikasi lainnya yang bisa membaca format .xls.


Kalkulator Hitung Lembur dibagikan secara gratis dan dapat digunakan oleh siapa saja yang membutuhkan penghitungan lembur dengan cepat. Kalkulator ini disediakan apa adanya dan tanpa garansi dalam bentuk apapun. Artinya, resiko ditanggung oleh pengguna sendiri.

Biarpun begitu, saya tetap berusaha agar penghitungan yang digunakan adalah benar dan sesuai dengan Kepmen di atas.

Apabila Anda menemukan kesalahan atau sekedar ingin berbagi ide, Anda bisa menghubungi saya dengan menggunakan formulir kontak di halaman Contact Me.

Semoga dengan adanya Kalkulator Hitung Lembur, bisa membantu Anda menghitung lembur dengan lebih mudah.

[ DOWNLOAD ]

Tuesday, December 27, 2011

2 Alat Koneksi Ke Calon Pembeli


Konektivitas saat ini merupakan cara baru orang berkomunikasi. Dengan konektivitas, hubungan dengan sesama akan terjalin secara konstan sehingga aktivitas sosial pun dapat terus berlangsung di mana saja.

Bagi usaha kecil dan rumahan, konektivitas merupakan peluang besar untuk membangun hubungan dengan konsumen. Konektivitas memungkinkan usaha kecil untuk melakukan penetrasi pasar yang sebelumnya hanya mungkin dilakukan oleh bisnis-bisnis besar saja.

Bicara soal konektivitas, maka pembicaraannya akan berkaitan erat dengan Internet.

Saya yakin, pemilik usaha sudah tahu atau setidaknya pernah mendengar bahwa sekarang ini untuk berbisnis sebaiknya terhubung dengan Internet.

Saya setuju sekali. Tapi sebenarnya itu baru permulaannya saja. Karena sesungguhnya Internet hanya berfungsi sebagai alat bantu. Tanpa penggunaan yang benar, Internet hanya akan memberikan sedikit manfaat atau tidak sama sekali terhadap bisnis Anda.

Nah, alat bantu macam apa yang bisa dimanfaatkan oleh pemilik usaha kecil dan rumahan agar bisnisnya bisa berkembang?

Ada banyak jenisnya, tapi pada dasarnya pemilik usaha kecil dan rumahan cukup memiliki dua alat bantu saja:

  • Blog.
  • Akun di media sosial populer (contoh: Facebook dan Twitter).

Sama seperti bisnis skala besar, tumbuh kembang usaha kecil dan rumahan banyak bergantung pada keberhasilannya menjalin hubungan dengan para pelanggan. Oleh karenanya, pemilik usaha kecil dan rumahan perlu memiliki model komunikasi yang memungkinkan usahanya untuk terus terhubung dengan mereka dan juga dengan para calon pembeli.

Mungkin Anda sudah banyak membaca tentang manfaat apa saja yang bisa diberikan oleh blog atau media sosial terhadap bisnis. Namun untuk mempermudah, saya cenderung mengkategorikan manfaat-manfaat tersebut ke dalam dua kelompok besar:  Product-Knowledge Library dan Customer Relationships Channel.


Blog Sebagai Product-Knowledge Library

Ketika calon pembeli ingin mengetahui lebih jauh tentang sebuah produk, maka besar kemungkinannya ia akan pergi ke situs resmi produk yang bersangkutan. 

Dirinya mungkin saja mendapatkan informasi awal dari berbagai sumber, tapi pada akhirnya ia akan membutuhkan klarifikasi langsung dari pembuat produk tersebut.

Ini merupakan perilaku dasar pembeli yang selalu ingin mendapatkan kepastian bahwa produk yang ia akan beli akan mampu memenuhi kebutuhan/keinginannya, dan produsen yang membuat produk tersebut adalah entiti bisnis yang bisa dia ia percaya.

Di sinilah blog memainkan peranannya.

Bagi usaha kecil dan rumahan, blog dapat diposisikan sebagai gerbang informasi yang akan memberikan informasi mendalam tentang produk/jasa yang Anda jual. Tak hanya itu, calon pembeli bisa mengenal lebih jauh tentang layanan, etika, dan "aura" bisnis Anda.

Oleh karenanya, blog saya ibaratkan sebagai sebuah perpustakaan yang sekaligus merangkap sebagai brosur, kartu nama, dan baliho usaha Anda. 

Untung bagi pemilik usaha kecil dan rumahan, untuk membuat blog sekarang dapat dilakukan dengan mudah dan relatif murah. Contohnya saja situs AdityaFajar.com atau RumahYogurt.com. Hanya dengan modal Rp.100 ribu per tahun, saya sudah bisa memiliki situs bisnis yang cukup informatif.

Tak hanya itu, bisnis Anda pun bisa terlihat lebih profesional dengan menggunakan template-template gratis yang banyak ditemukan di Internet.


Media Sosial Sebagai Customer Relationships Channel

Jika blog merupakan perpustakaan produk/jasa Anda, maka media sosial adalah kanal di mana interaksi antara pemilik usaha dan calon pembeli menjadi lebih personal.

Melalui media sosial, Anda sudah bisa memiliki saluran percakapan layanan yang murah, mudah, dan terhubung langsung ke ratusan juta calon pembeli, hanya dari satu pintu.

Bagi pemilik usaha kecil dan rumahan, media sosial merupakan alat yang efektif sebagai strategi jemput bola. 

Melalui media sosial, Anda bisa menyediakan konten yang menarik, relevan, serta bermanfaat yang terhubung erat dengan blog Anda. 

Meskipun begitu, pemilik usaha perlu memahami karakter masing-masing media sosial dan tidak memperlakukan media sosial hanya sebatas ajang promosi dan etalase elektronik.

Ingat, media sosial adalah saluran percakapan untuk membangun sebuah hubungan yang akan membuat Anda dikenal, disukai, dan dipercaya sehingga para calon pembeli akan dengan sukarela membeli dari Anda.


Tantangan Terbesar

Tantangan terbesar yang dihadapi pemilik usaha kecil dan rumahan dengan blog dan media sosialnya adalah seputar pemeliharaan.

Dengan memiliki blog dan akun di media sosial, pemilik usaha dituntut untuk terus bisa menyediakan konten-konten segar dan layanan yang up-to-date bagi para pelanggan dan calon pembelinya. 

Untuk bisa seperti itu, pemilik usaha mau-tidak-mau harus rajin melakukan research, menulis, dan terus terhubung dengan blog dan akun media sosialnya.

Ini bukan berarti Anda harus duduk 24 jam di depan komputer. Tapi Anda perlu mencari cara agar blog dan akun sosial Anda bisa tetap aktif dan tidak terlihat terbengkalai.

Misalnya saja Anda secara rutin mengupdate blog satu atau dua kali seminggu. Isinya bisa apa saja selama itu menarik, relevan, dan berguna bagi pangsa pasar usaha Anda. 

Sedangkan untuk media sosial, Anda bisa mengupdate status dan menjawab berbagai pertanyaan yang ada setidaknya satu atau dua kali sehari.

Pemeliharaan blog dan akun media sosial tidak perlu ribet ataupun memerlukan effort yang luar biasa. Sesuaikan saja dengan kemampuan, dan selama itu bisa menjawab permintaan konsumen, Insha Allah, usaha Anda akan baik-baik saja.

- - -

Bagi usaha kecil dan rumahan, konektivitas merupakan peluang besar untuk membangun hubungan dengan konsumen. Konektivitas memungkinkan usaha kecil untuk melakukan penetrasi pasar yang sebelumnya hanya mungkin dilakukan oleh bisnis-bisnis besar saja.

Berkaitan dengan itu, pemilik usaha kecil dan rumahan membutuhkan alat yang memungkinkan dirinya untuk terus terhubung dengan pelanggan dan calon pembeli.

Dari sekian banyak jenis alat yang tersedia, pemilik usaha kecil dan rumahan dapat memulai dari dua alat bantu yang paling mendasar: blog dan akun di media sosial seperti Facebook dan Twitter.

Kedua alat ini akan berperan sebagai gerbang informasi interaktif dengan para konsumen, di mana Anda akan dikenal, disukai, dan dipercaya sebagai produsen yang handal sehingga mereka pun dengan sukarela membeli produk-produk Anda.

Monday, December 26, 2011

Integrasi Media Sosial Dalam Bisnis

Berikut saya sampaikan dua video menarik tentang statistik media sosial (social media). Semoga ini bisa memberikan insight dan inspirasi bagi Anda untuk lebih memahami pentingnya integrasi media sosial dalam menjalankan usaha. Enjoy!





Cara Jualan di Facebook


Berdasarkan statistik dari CheckFacebook.com, jumlah pengguna Facebook saat ini telah mencapai 799,054,920 orang (26/12/11). Sehingga apabila Facebook diibaratkan sebagai sebuah negara, maka Facebook merupakan negara ketiga dengan jumlah penduduk terbanyak setelah China dan India.

Bagi pemilik usaha, baik kecil, menengah, besar, ataupun rumahan, besarnya populasi Facebook ini telah memberi kesempatan kepada mereka untuk bisa terhubung dengan hampir satu milyar orang hanya dari satu pintu.

Di Indonesia sendiri, pengguna Facebook telah mencapai 42 juta orang dan menempati urutan kedua dari total jumlah pengguna. Sebuah pangsa pasar yang cukup menggiurkan bukan?

Nah, untuk bisa sukses memasarkan produk-produk Anda di Facebook, Anda perlu memahami sifat dasar media sosial terlebih dahulu sebelum mulai mempromosikan barang dagangan.

Sebagai media sosial, Facebook merupakan medium layanan yang memberikan kemudahan kepada para penggunanya untuk menjalin/membangun sebuah hubungan.

Dengan Facebook, orang dapat terhubung dengan keluarga, teman, dan koleganya dengan cara yang sama, mudah, dan personal. Oleh karena itu, para pemilik usaha yang ingin berjualan di Facebook, terutama bagi usaha rumahan dan UKM, penting bagi mereka untuk mengedepankan aspek membangun hubungan dengan para calon pembeli.

Apa artinya? Ini artinya para pemilik usaha tidak bisa memperlakukan Facebook dan media sosial lainnya hanya sebagai medium promosi dan iklan.

Sekarang ini banyak sekali orang-orang yang menggunakan akun Facebook hanya sebagai etalase toko. Mereka dengan rutin memposting gambar-gambar produk dengan pesan-pesan promosional yang pada intinya cuma bilang, "Ayo beli dagangan saya!"

Apa yang mereka lakukan sebenarnya tidak berbeda dengan pedagang pasar yang memanggil-manggil pengujung untuk membeli. Hubungan yang terjalinpun akhirnya hanya sebatas hubungan transaksional (beli putus).

Sayang bukan, jika pembeli Anda hanya datang sesekali dan tak kembali lagi? Apalagi jika produk Anda ternyata produk yang bagus.

Lebih dari Sekedar Jual Beli

Berjualan di sosial media bukanlah sekedar aktifitas jual beli, dan jualan di Facebook membutuhkan lebih dari sekedar kata-kata promosi.

Seperti yang sudah disinggung di atas, berjualan di Facebook haruslah mengedepankan aspek pembangunan hubungan dengan konsumen. Karena ingat, orang membeli dari Anda karena tiga hal:
  • Mereka tahu siapa Anda;
  • Mereka suka dengan Anda; dan
  • Mereka percaya dengan Anda.
Dengan demikian, apa yang Anda harus lakukan adalah membuat calon pembeli tahu siapa Anda, buat mereka suka dengan Anda, dan jalin hubungan baik sehingga mereka percaya dengan Anda.

Bagaimana caranya? Silakan lanjutkan membacanya. :)


Bukan Promosi yang Dicari

Ketika orang membeli sebuah produk, apa yang dibelinya adalah sebuah solusi. Baik itu untuk kebutuhannya, kemauannya, ataupun keduanya.

Saat seorang konsumen ingin membeli sebotol parfum misalnya, apa yang dia inginkan pada dasarnya adalah solusi untuk menjadi wangi. Dan sebelum memutuskan untuk berbelanja, dia akan mencari tahu tentang cara menjadi wangi dengan menggunakan parfum.

Dalam proses pencarian inilah konsumen akan membutuhkan sumber informasi yang bisa ia percaya dan bisa didapatkan dalam waktu yang relatif cepat.

Pertanyaannya sekarang, siapakah yang akan memberikan informasi tersebut?

Salah satu sumber informasi tercepat yang bisa didapatkannya adalah dari iklan ataupun promosi-promosi yang dia temukan dari akun Facebook. Tapi, apakah konsumen tersebut akan mempercayainya?

Survey di Amerika Serikat mengatakan bahwa 78% orang lebih percaya dengan perkataan orang lain tentang suatu produk, sebelum mereka mempercayai promosi/iklan produk yang bersangkutan. Dalam kata lain, orang akan lebih mendengarkan pendapat orang lain, bahkan dari orang yang tidak dikenalnya, dibanding dengan apa yang dikatakan oleh produsen/penjual.

Nah, bayangkan jika ada seorang penjual parfum yang selama ini menggunakan akun Facebooknya hanya sebagai etalase toko. Apakah konsumen tadi akan menganggap penjual tersebut sebagai seseorang yang bisa dipercaya?

Konsumen logikanya akan lebih mempercayai seseorang yang banyak memberikan informasi tentang cara wangi dengan parfum tanpa embel-embel harus membeli produk tertentu, dibanding dengan para penjual yang cuma bisa bilang, "produk saya ini bagus, percayalah."

Orang yang terlihat sukarela memberikan solusi, akan dikenal sebagai seorang yang ahli di bidang tersebut. Semakin banyak dia memberikan informasi yang menarik, relevan, dan berguna, maka semakin banyak orang yang menyukai dan mempercayainya.  Tidak masalah apakah orang tersebut hanya pengguna biasa ataupun memang benar-benar jualan parfum.

Dan ketika rasa percaya itu sudah didapat, maka orang akan dengan sukarela membeli darinya.


Cara Jualan di Facebook

Facebook sebagai sebuah media sosial terfokus pada membangun sebuah hubungan. Jika kita ingin berjualan di Facebook, maka yang perlu kita kedepankan adalah membangun hubungan dengan konsumen kita.

Cara membangun hubungan di Facebook pada dasarnya serupa dengan media sosial lainnya, yaitu menyediakan konten yang menarik, relevan, dan berguna bagi pangsa pasar Anda.

Jika Anda berjualan baju anak, berikanlah tips-tips bagaimana cara memilih baju anak yang baik. Tunjukkan cara mencucinya, dan bagaimana menghemat uang ketika berbelanja baju anak. Jika Anda menjual jasa terjemahan, berikanlah informasi bagaimana cara mencari jasa terjemahan, apa yang mesti diperhatikan, dan seperti apa contoh kontrak kerjanya.

Apapun produk/jasa yang Anda jual, berikanlah hal-hal yang berkaitan dengan bidang tersebut. Bayangkan diri Anda sebagai seorang konsumen dan tanyakan apa yang ingin Anda ketahui sebagai seorang konsumen. Catat jawabannya dan berikanlah itu kepada pangsa pasar yang Anda tuju.

Jika selama ini Anda menggunakan akun Facebook sebagai etalase, maka saya sarankan untuk berhenti. Ubahlah strategi pemasaran Anda menjadi sebuah strategi yang memberikan nilai yang lebih dari sekedar jual beli.

Posisikan diri Anda sebagai seorang ahli yang tidak segan memberikan manfaat yang sebanyak-banyaknya kepada konsumen. Dengan begitu Anda akan dikenal, disukai, dipercaya, dan orang akan membeli dari Anda.

Sekarang mungkin Anda bertanya, bagaimana contoh implementasinya? Apa yang dibutuhkan untuk bisa memberikan nilai tambah tadi?

Nah, kalau itu tunggu tulisan saya berikutnya. Di sana akan saya jelaskan dengan lebih detail. :)